Bangkit?

 

Aku duduk di sofa, menatap langit-langit kamar yang polos. Sunyi terasa menekan, seperti menyalin setiap rasa sakit ke setiap sudut ruangan.

Aku pernah percaya ada seseorang yang akan selalu ada, tapi kini semuanya hilang begitu saja.

Di pojok kamar, speaker kecil memutar lagu yang dulu kuanggap biasa saja. Tapi kali ini, liriknya terasa menembus hatiku: "Jangan menyerah, jangan hilangkan harapan Cinta atau kebahagiaan akan menemukan jalannya..."

Aku menutup mata, mencoba menyerap maknanya. Bukan tentang dia, bukan tentang kehilangan itu. Ini tentang aku. Tentang bagaimana aku harus menemukan jalanku sendiri, di tengah puing-puing yang berserakan.

Hari-hari berikutnya terasa berat. Bangun, berjalan, tersenyum, semua seperti memakai topeng. Setiap langkah terasa menantang, tapi ada bisikan kecil di dalam hati: jangan menyerah.

Luka ini mengajarkan aku sesuatu; setiap patah hati meninggalkan kekuatan yang tersembunyi.

Aku mulai menulis lagi, membaca buku lama, berjalan tanpa tujuan di kota yang ramai. Sedikit demi sedikit, aku merasakan ruang dalam diriku terbuka kembali. Perlahan, ketakutan dan rasa sakit mulai berubah menjadi pelajaran. Aku belajar bahwa kehilangan bukan akhir dunia, tapi awal untuk mengenal diriku sendiri.

Suatu sore, aku duduk di kursi coffee shop, di bawah rindang pohon sawo. Mataku mengikuti lalu-lalang orang di jalanan yang sibuk, seolah setiap orang punya tujuan, sementara aku baru belajar berjalan lagi. Lampu-lampu mulai menyala, berkelip pelan seperti menyapa tanpa banyak kata. Lagu yang sama kembali terdengar, tapi kali ini liriknya terasa seperti teman yang mengerti.

"Kadang hidup memang sulit Tapi tetap ada jalan untukmu bangkit Itulah hidup..."

Aku tersenyum sendiri. Ya, begitulah hidup. Kita jatuh, kita terluka, tapi selalu ada jalan untuk berdiri. Bukan karena orang lain, tapi karena aku menemukan kekuatanku sendiri. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku merasa bisa bernapas lega. Tidak lagi menunggu jawaban dari orang lain, tapi menemukan jawaban dari diriku sendiri.

Inspired by Céline Dion - That's The Way It Is