Belajar Hidup Tanpa Menunggumu
Yang satu tetap kuletakkan di meja. Dan seperti biasa, aku menatapnya diam-diam… sampai dingin.
Konyol, ya?
Tadi pagi aku sempat tertawa sendiri. Entah karena apa. Mungkin karena akhirnya aku sadar betapa anehnya kebiasaan ini.
Atau mungkin… aku hanya sudah terlalu lelah untuk terus bersedih.
Kata orang, aku sudah move on. Aku terlihat biasa saja. Pergi kerja. Membalas chat teman-teman. Tertawa kalau perlu.
Tapi mereka tidak tahu— setiap malam aku masih mencari suaramu di kepalaku.
Kadang aku membayangkan kamu tiba-tiba berdiri di depan pintu. Membawa plastik berisi makanan favoritku. Lalu berkata dengan nada yang sama seperti dulu:
“Maaf ya… aku cuma butuh waktu buat berpikir.”
Tapi kenyataannya bukan itu.
Kamu tidak pergi untuk berpikir.
Kamu pergi… karena kamu memilih untuk tidak kembali.
Lucunya, aku tidak menangis seperti yang kubayangkan. Air mata tidak benar-benar jatuh.
Tapi tubuhku terasa berat. Seperti langit yang penuh mendung… yang tak kunjung hujan.
Hari-hari tetap berjalan.
Aku tetap bangun pagi. Pergi bekerja. Menjawab pesan orang-orang. Hidup seperti biasa.
Dan mereka semua berkata hal yang sama:
“Wah, kamu kuat ya.” “Kamu pasti sudah ikhlas.”
Ya. Aku memang terlihat seperti itu.
Padahal setiap malam aku masih mengulang kalimat terakhir yang kamu ucapkan:
“Maaf… ini bukan salahmu.”
Dan justru itu yang paling menyakitkan.
Karena kalau bukan salahku… berarti tidak ada yang bisa kuperbaiki.
Tidak ada yang bisa kulawan. Tidak ada yang bisa kulakukan… untuk membuatmu tetap tinggal.
Tapi pagi ini ada sesuatu yang sedikit berbeda.
Aku bangun. Menyikat gigi. Mencuci muka dengan sabun favoritku. Memasak sarapan sederhana untuk diriku sendiri.
Lalu aku keluar rumah.
Dan untuk pertama kalinya… aku berjalan tanpa berharap bertemu kamu di jalan.
Aku tidak akan berbohong. Masih terasa kosong.
Tapi tadi, saat melihat pantulan wajahku di jendela kereta, aku berkata pelan pada diriku sendiri:
“Kamu memang belum baik-baik saja.”
“Tapi kamu masih hidup.”
Dan untuk hari ini… itu sudah cukup.
Inspired by: TAEYEON 태연 — Fine
