Alasan untuk Tidak Pergi


Aku pernah melihat banyak cerita cinta yang terlihat sempurna. Mudah. Indah. Seolah tidak pernah retak.

Dua orang yang saling memahami tanpa banyak kata, yang tertawa tanpa beban, yang terlihat seperti… memang diciptakan untuk bersama.

Kadang, tanpa sadar, aku membandingkan. Bertanya dalam hati, kenapa kita tidak seperti itu?

Kita tidak selalu baik-baik saja. Ada hari di mana kita memilih diam, bukan karena tidak peduli, tapi karena tidak tahu harus berkata apa.

Ada waktu di mana kita saling menjauh, bukan karena ingin pergi, tapi karena terlalu lelah untuk tetap kuat.

Dan di tengah semua itu… aku pernah ragu.

Tentang kita. Tentang apakah ini akan cukup.

Sampai suatu hari, aku melihatmu… bukan di momen terbaikmu, tapi di saat kamu tetap memilih untuk tinggal.

Bukan dengan kata-kata besar. Bukan dengan janji yang terdengar indah. Tapi dengan hal sederhana, kamu tidak pergi.

Dan di situ aku mengerti, cinta tidak selalu tentang menjadi sempurna di mata orang lain.

Kadang, cinta hanya tentang dua orang yang tetap memilih satu sama lain, meskipun tahu betapa tidak sempurnanya semuanya.

Kalau memang aku diberi kesempatan untuk hidup berulang kali, bukan versi sempurna dari kita yang akan kucari. Bukan cerita tanpa luka. Bukan hubungan tanpa salah.

Aku akan tetap memilih kita, dengan semua kurangnya, dengan semua rapuhnya, dengan semua cara kita yang kadang berantakan.

Karena dari semua kemungkinan di dunia ini, aku tahu satu hal: tidak semua orang bisa membuatku merasa… pulang, seperti yang kamu lakukan.

Dan kalau nanti waktu benar-benar habis, kalau semua harus berhenti di satu titik yang tidak bisa kita tawar lagi, aku tidak butuh kisah yang dikenang banyak orang.

Cukup kita tahu, bahwa kita pernah bertahan, pernah memilih, dan pernah saling mencintai…

dengan cara yang mungkin tidak sempurna, tapi nyata.

Dan kalau benar ada kehidupan lain setelah ini, aku tidak akan mencari yang lebih baik.

Aku akan tetap mencarimu,  lagi, dan lagi, sampai kamu tahu…

bahwa sejak awal, aku tidak pernah benar-benar ingin siapa-siapa selain kamu.

Inspired by 1000x - Ghea Indrawari