Ditemukan, Bukan Dimiliki
Tidak semua pertemuan datang untuk dimiliki. Ada yang hadir… hanya untuk membuat kita mengerti arti menemukan.
Aku tidak pernah tahu sejak kapan semuanya terasa berbeda. Kita hanya sering bertemu di tempat yang sama, dengan percakapan yang semakin lama… semakin terasa seperti pulang. Tidak ada janji. Tidak ada status.
Tapi ada sesuatu yang diam-diam tumbuh, tanpa kita berani menamainya. Kamu dengan mimpimu. Aku dengan ketakutanku.
Kamu melangkah, seolah dunia memang menunggumu. Aku tertahan, seolah dunia selalu punya alasan untuk membuatku ragu.
Dan di antara dua arah itu, kita tetap saling mencari… tanpa benar-benar mendekat. Ada momen di mana aku hampir berbicara. Hampir mengatakan bahwa aku ingin tinggal lebih lama, bahwa aku ingin menjadi bagian dari perjalananmu. Tapi selalu saja ada yang menahan. Bukan keadaan. Bukan waktu. Hanya… aku.
Sampai suatu hari, kamu benar-benar pergi. Bukan menjauh. Tapi melangkah, ke hidup yang memang sudah kamu pilih.
Dan aku? Masih di tempat yang sama, dengan perasaan yang akhirnya harus aku akui… terlambat.
Di situlah aku mengerti sesuatu yang sederhana, tapi menyakitkan. Menemukan seseorang yang tepat… tidak pernah cukup. Karena yang membuat dua orang tetap bersama bukan hanya perasaan yang saling menemukan, tapi keberanian untuk memilih… dan terus memilih, bahkan saat tidak mudah.
Dalam hidup, kita sering menunggu “waktu yang tepat”. Padahal, yang sebenarnya kita tunggu adalah versi diri kita yang lebih berani. Dan seringnya… versi itu datang setelah semuanya sudah pergi.
dan mungkin, yang paling menyakitkan bukan kehilangan seseorang… tapi menyadari kita pernah menemukannya, dan tidak melakukan apa-apa.
Inspired by I find you. DOYOUNG. (OST. Bon Appetit Your Majesty)
