Sesederhana Itu, Aku Memilihmu
Aku tidak pernah benar-benar tahu sejak kapan semuanya berubah.
Awalnya hanya percakapan biasa, sapaan singkat di hari yang panjang, dan tawa yang tidak sengaja tinggal lebih lama dari seharusnya.
Tidak ada yang terasa istimewa… sampai suatu hari aku sadar, namamu mulai menjadi tempat pulang yang paling tenang. Lucu, ya.
Dari sekian banyak hal yang bisa kupilih di dunia ini, aku justru jatuh pada seseorang yang tidak pernah berusaha menjadi siapa-siapa, selain dirinya sendiri.
Dan mungkin itu alasannya.
Karena bersamamu, aku tidak perlu menjadi versi terbaikku.
Aku hanya perlu menjadi… aku.
Tidak ada kata-kata besar di antara kita. Tidak ada janji yang diucapkan berulang-ulang.
Tapi ada cara kita saling melihat, yang entah kenapa… selalu cukup.
Aku tidak tahu bagaimana masa depan akan berjalan. Aku juga tidak tahu apakah nanti kita akan tetap seperti ini, atau berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan.
Tapi untuk hari ini, untuk semua hal yang sudah kita lewati, aku ingin kamu tahu satu hal yang sederhana: aku memilihmu.
Bukan karena aku tidak punya pilihan lain, tapi karena di antara semua kemungkinan, hatiku selalu kembali ke arah yang sama.
Ke kamu.
Dan jika suatu hari nanti dunia menjadi terlalu bising, dan langkah kita mulai ragu, aku harap kita masih ingat bagaimana semuanya dimulai:
bukan dari sesuatu yang besar, tapi dari perasaan kecil yang terus kita jaga… sampai tumbuh.
Aku tidak butuh banyak kata untuk menjelaskannya.
Cukup ini saja,
aku mencintaimu. Wo ai ni. Te amo.
Sesederhana itu.
Inspired by F4 - Te Amo 我愛你
.png)